Aku Marah

Posting Komentar

Ada satu hal yang langsung aku pikirkan ketika diminta untuk menyebutkan hal yang dapat membuatku marah, yakni tidak dihargai. Aku sangat benci kalau ada orang yang tidak menghargaiku, apalagi jika orang tersebut adalah orang yang dekat denganku. Bagiku, menghargai bukan hanya mengingat kebaikan yang pernah dilakukan seseorang atau memandang seseorang dengan segan. Akan tetapi, menghargai adalah bentuk penting dari memanusiakan manusia.

Dalam hidup ini, aku selalu berusaha menghargai orang yang ada di sekelilingku dan berharap mereka dapat melakukan hal yang sama. Bukan bermaksud untuk dieluh-eluhkan atau selalu dihargai kebaikannya. Aku hanya ingin ketika aku berbuat sesuatu, mereka mengingat bahwa aku pernah melakukan hal itu sebagai hal baik. Aku pun tidak suka dengan orang-orang yang suka seenaknya sendiri, yang kalau ada masalah seolah lupa dengan kebaikan yang pernah orang lain lakukan padanya.

Hal yang paling membuatku ingin marah adalah ketika aku dengan ikhlas membantu, ada orang yang mencacatku. Bukannya aku memiliki sifat yang mudah tersinggung, tetapi aku tidak suka dengan orang yang hanya bisa melihat hasil yang kurang, tanpa melihat perjuangannya. 

Biasanya ketika aku marah, aku hanya diam dan tidak ingin diganggu. Kalaupun aku berani melampiaskan amarahku, berarti itu sangat keterlaluan. Karena aku sadar, aku akan menjadi sosok yang menyeramkan ketika marah. Maka dari itu, aku lebih memilih memendam apa yang aku rasakan, dibanding melampiaskannya. Agar tidak ada yang terkena imbas dari amarahku yang menggebu, sekaligus aku tidak ingin dijauhi orang-orang karena dianggap sebagai sosok yang menyeramkan.

#30daysjournalingchallenge

#day29

#classicalclover,

Fela Khoirul
Seorang gadis penuh teka-teki yang sedang berusaha menjadi lebih baik, melalui tulisannya. Memiliki ketertarikan pada skincare, mental health, dan relationship.

Related Posts

Posting Komentar