Pesan Januar

2 komentar

Hai, selamat malam.

Mari ucapkan salam agar terlihat sopan.

Sebenarnya aku enggak tahu mau menulis apa hari ini, tetapi tiba-tiba saja aku berpikir untuk mengulas sesuatu. Jadi, selama dua hari ini aku menciptakan tokoh Januar yang menurutku agak aneh. Nah, si Januar termasuk orang yang jarang ngomong dan cuma kasih pesen ke orang lain lewat tulisan. Lalu melihat banyak yang penasaran dengan maknanya, aku mutusin untuk memberi tahu maknanya.

Siap?

Kita mulai.

Pesan 1:

Biarkan angin berbicara
Betapa rintih kasih meraung menginginkanmu
Jangan terus menyiksa
Ragaku terkikis karenamu
Terimalah bunga ini
Dan pecahkanlah teka-tekiku

Makna dari pesan ini adalah Januar yang ingin mengungkapkan betapa tersiksa hubungannya bersama Syafa. Enggak perlu aku jelaskanlah hubungannya apa, supaya menjadi kejutan. Kalian juga boleh saling berekspektasi tentang mereka.

Oke, kita lanjutkan.

Jadi, maksud baris pertama itu, biarkan diamnya Januar yang mengekpresikan perasaannya. Ekspresi seperti apa itu? Nah, dijelaskan pada baris berikutnya. Betapa rintih kasih menginginkanmu. Artinya betapa hatinya menginginkan Syafa untuk menjadi miliknya. Baris berikutnya ikut menjelaskan bahwa Syafa seperti sedang menyiksa hatinya dan hati Januar, sehingga membuat tubuh Januar melemas dan rapuh secara perlahan. Bunga yang Januar berikan kepada Syafa adalah bukti perasaannya, sedangkan perilaku diamnya tidak lain untuk menghargai Syafa yang belum sepenuhnya belum menjadi milik Januar.

Pada baris terakhir, Januar meminta Syafa memecahkan teka-tekinya. Syafa pun dengan mudah tahu apa yang diinginkan Januar, yakni kejelasan hubungan mereka. Karena sebuah hubungan tanpa status sangat menyakitkan.

Pesan 2:

Elok rupa, bersatu ulah
Bangun tutur, ananda patuh
Getir terisap, sekar terindah
Pinta Nona, terkabul sudah

Ini adalah pesan kedua yang ditulis oleh Januar. Jangan tanya kapan dia nulis ini, soalnya orang aneh memang suka kasih kejutan tak terduga. Aku pun sebenarnya enggak ada rencana buat ciptain pesan sok puitis karena aku gak jago berpuisi. Demi membangun kesan cool tentang Januar saja, aku rela memutar otak demi menciptakan sebuah puisi. Semoga yang baca enggak pusing, ya.

Pesan Januar ini sebenarnya menggambarkan betapa Januar tidak menyukai sikap Hanuun. Setiap barisnya menggambarkan harapan Januar agar Hanuun menjadi pribadi yang lebih baik. Pada baris pertama, Januar berharap jika Hanuun tidak hanya cantik wajahnya, tetapi juga perilakunya. Tutur kata Hanuun yang dijaga sopan santunnya, dapat membuat orang patuh atas keinginannya. Keinginan di sini bukan keinginan memaksa, tetapi keinginan yang dipatuhi sebagai bukti kasih sayang kepada Hanuun. Pahit yang akan diterima dalam mengubah sifat, akan menghasilkan bunga terindah dalam hidup Hanuun yang tidak ia kira. Apakah bunga terindah tersebut adalah pernyataan setuju dari Januar akan keinginan Hanuun menjadikan Januar sebagai selingkuhannya? Coba tebak.

Kira-kira begitu makna yang ingin aku sampaikan, maafkan keabsurdan ini.

Fela Khoirul
Seorang gadis penuh teka-teki yang sedang berusaha menjadi lebih baik, melalui tulisannya. Memiliki ketertarikan pada skincare, mental health, dan relationship.

Related Posts

2 komentar

  1. Malam, Fela.

    Tebak-tebak buah manggis,
    Fela manis siapa yang punya...

    Ihiiiy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pagi, Kakak.

      Buah manggis, asam rasanya.
      Fela manis, Allah yang punya.

      Maapkan kalo gaje,wkwk.

      Hapus

Posting Komentar