Gagal Makan

17 komentar

Akhir bulan bagaikan kiamat bagi anak kos karena mereka harus mengais isi dompet untuk menemukan uang-uang sisa, demi mendapatkan sepiring nasi di warteg idaman. Merananya, ketika akhir bulan tiba, anak kos terpaksa menjamak makan karena tidak mampu beli makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan perutnya.

“Untung gue diajakin makan gratis, jadi enggak perlu ngejamak makan deh,” kata Monica sambil mendorong pintu di depannya.

Semalam, tepatnya tengah malam, Nur mengirimkan chat kepada Monica untuk makan gratis di alun-alun. Monica yang memang sedang miskin dan membutuhkan cara untuk bertahan hidup, sontak menyanggupinya. Dia pun rela pergi pagi buta demi dapat makan gratis.

“Nur, keluar napa. Ayo, makan gratis.” Monica menurunkan knop pintu kamar Nur, berniat untuk masuk ke dalamnya. Namun, pintu kamar Nur sedang terkunci.

Tidak ingin berdiri sigap bagai bodyguard, Monica pun beralih ke kamar Vica untuk tiduran.

“Loh, Mon, kok pagi-pagi ke sini?” tanya Vica yang merasa aneh melihat kehadiran Monica.

Monica mendesah lelah. “Tadinya mau ke alun-alum buat makan gratis sama Nur, tapi pintu kamarnya malah kekunci. Apa dia udah pergi duluan?”

“Oh, itu, Nur kalo tidur emang kayak orang mati. Mau ada tsunami sekalipun, enggak bakal bangun dia.”

Mendengar hal itu, Monica memutuskan untuk kembali ke kamar Nur. Dia menggedor pintu tersebut keras-keras dan berteriak dengan lantang, bagai polisi sedang patroli.

“Astaga, Mon, aku ketiduran. Maaf. Makan gratisnya udah habis, ya?” Nur keluar dengan mengenakan daster dan diikuti dengan mata yang masih setengah terbuka.

Monica geram setengah mati, seenaknya saja Nur mempermainkannya. Monica sudah mandi subuh-subuh, sampai lupa sikat gigi. Namun, Nur malah keenakan tidur.

“Enak, ya, tidur. Enggak sadar kalo temennya udah dari pagi buta ke sini. Enggak mau tahu, sekarang traktir aku makan!” Monica menjewer telinga Nur, membuat gadis itu meringis kesakitan. Nur berteriak minta ampun, tetapi tidak pernah diampuni oleh Monica.

Inilah balasan untuk Nur supaya lebih tanggung jawab lagi jika ingin mengajak seseorang pergi.

Fela Khoirul
Seorang gadis penuh teka-teki yang sedang berusaha menjadi lebih baik, melalui tulisannya. Memiliki ketertarikan pada skincare, mental health, dan relationship.

Related Posts

17 komentar

  1. Balasan
    1. Iya, sedih banget huhu. CumaCuma karena si dia kebanyakan molor, ga jadi dpt makan gratis

      Hapus
  2. Kalimat di awal langsung mengundang perhatian. Anak kos mana suaranya? ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ea ea, mana nih anak kosan. Aku bkn anak kos soalnya ๐Ÿ˜ณ

      Hapus
  3. Balasan
    1. Sampe sekarang pun aku masih bete, padahal hampir setaun lalu. Wkwk

      Hapus
  4. jeng jeng engga jadi geratisan๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  5. Yaa Alloh, perjuangan anak kost yaaa.. ✊✊✊

    BalasHapus

Posting Komentar