Inikah Akhirnya?

9 komentar
Sebuah drama yang begitu menakjubkan, membuatku tidak percaya bahwa aku telah dikhianati oleh orang yang sangat kusayangi. Tadinya aku berpikir bahwa aku telah berbuat salah kepada mereka, tetapi rupanya mereka bersekongkol di belakang untuk menciptakan luka. Mereka yang awalnya bukan siapa-siapa, telah kuanggap sebagai saudara. Dan sekarang, aku menyesal sudah menganggapnya demikian karena mereka tega menikamku.

Mungkin untuk mereka, ini adalah win win solution. Namun, yang mereka lakukan sangat tidak masuk akal. Aku tersiksa, mereka tahu itu. Aku merintih kesakitan, mereka juga tahu. Lalu yang kutahu, dunia sedang ingin membawa pergi orang yang kusayangi. Kejam.

Apa yang harus aku lakukan? Tetap bahagia ataukah harus ikut menjauh?

Sia adikku, aku nyaman bersamanya dan kami sering berbagi suka duka. Namun, tidak pernah kusangka bahwa dia setega ini menghancurkan semua harapanku. Hidupku seakan terbungkus dalam rasa sakit dan itu karena persekongkolan mereka. Hidupku bukanlah panggung sandiwara yang bisa mereka rencanakan untuk membuat adegan kesakitan. Aku menyesal karena telah menyayangi mereka dengan sepenuh hati.

Sejenak aku berpikir, apa memang tidak ada lagi orang yang dapat aku percayai di dunia ini? Satu kali saja, apakah tidak ada? Mengapa orang yang sangat aku sayangi, tega membalasku dengan cara yang demikian sakitnya. Aku sangat bodoh dengn mempercayai orang-orang yang sebenarnya adalah maya. Bagaimanapun, mereka tidak akan berubah nyata untukku. Sebagaimanapun aku berhasil melihat bentuknya dan sering menghabiskan waktu bersamanya, seorang yang maya tidak seharusnya aku percayai dengan sangat.

Aku benci menjadi orang bodoh, aku benci.

Aku benci kepada dunia yang pernah membawaku pada kenyamanan, hingga menempatkanku pada kebodohan yang teramat.

Aku benci dikhianati seperti ini.

Semoga ketika aku sangat hancur nanti, mereka akan merasa puas dan tidak mencari korban lagi. Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku juga, meski aku harus tersiksa diam-diam.

“Tiga tahun aku mengenal kalian, terlalu banyak canda dan kisah haru yang kita lalui bersama. Kini waktunya untuk berpisah, kebersamaan kita memang sudah berada di ujung jurang. Izinkan kuucap selamat tinggal serta rasa terima kasih atas waktu yang telah kalian habiskan bersamaku. Kalian luar biasa.”

Fela Khoirul
Seorang gadis penuh teka-teki yang sedang berusaha menjadi lebih baik, melalui tulisannya. Memiliki ketertarikan pada skincare, mental health, dan relationship.

Related Posts

9 komentar

  1. ada pertemuan ada perpisahan

    BalasHapus
  2. Untuk bisa percaya itu memang susah, karena di balik kepercayaan yang tidak sejalan akan ada kehancuran. Tetap semangat, hidup cuma satu kali.

    BalasHapus
  3. Berkaca-kaca baca part ini
    "Semoga ketika aku sangat hancur nanti, mereka akan merasa puas dan tidak mencari korban lagi."

    Betapa terkadang, kita merelakan kebahagiaan untuk orang lain demikian banyaknya.
    Semoga semuanya bahagia.

    BalasHapus

Posting Komentar