Apa yang Ada di Pikiran

7 komentar

Ketika pikiran sudah tidak lagi terfokuskan, tetapi tanggung jawab seakan mengejar. Aku terdiam sambil menatap layar handphone-ku, memikirkan apa yang harus kutulis hari ini. Fokusku seakan terbelah. Sebagian untuk tugas-tugas kuliahku yang menciptakan pening karena keseluruhannya adalah penelitian lapangan, sedangkan sebagian lagi memikirkan tentang tulisan apa yang harus kusuguhkan hari ini. Beragam tema yang pernah aku rencanakan beberapa hari lalu pun seperti tidak menempel dalam ingatan. Nyatanya, hari ini otakku kosong, tidak satu hal pun tema yang dapat aku bahas dalam postinganku.

Aku harus apa?

Absen menulis?

Tidak. Aku masih ingin berusaha, meski tidak ada satu pun ide yang menempel dalam otakku. Tulisan ini seperti lagu Mawang, Kasih Sayang kepada Orang Tua. Apakah dalam lagu tersebut terdapat tema? Rasanya tidak terlalu. Lalu apakah tidak ada tema? Ah, tidak juga. Namun, lagu tersebut tetap ada dan berhasil dinikmati banyak orang.

Tidak ada inti dari tulisan ini, aku hanya berusaha untuk tetap menuangkan apa yang ada di pikiranku. Apa yang tiba-tiba terlintas dalam benakku, itulah yang aku ketikkan. Perkara mengerti atau tidak, nyambung atau tidak, jelas atau tidak. Itu kembali kepada kalian yang membaca. Kalian bebas memberi anggapan tulisan ini adalah tulisan yang seperti apa, aku ingin kalian ikut berkreasi. Toh, aku pun tidak terlalu tahu masuk dalam kategori aoa tulisan ini.

Aku masih harus terus menulis, aku masih harus terus menuangkan apa yang ada di pikiranku. Kekosongan itu mulai kuisi perlahan, meski aku belum tahu ke mana arah tulisan ini. Yang penting aku menulis. Bukan untuk memenuhi syarat kegiatan menulis, sama sekali bukan. Aku hanya ingin mendisiplinkan diriku, melawan segala kemalasan yang tertanam kuat dalam sanubari. Diriku ini terlalu manja dan mudah lelah, aku tidak suka. Jika bukan kita yang keras terhadap diri sendiri, selamanya kita akan menjadi manusia yang bersantai-santai dan akhirnya tertinggal jauh oleh teman yang lain.

Ketidakjelasan bagiku lebih baik daripada melamun dan terfokus menggali ide untuk dijadikan tulisan, itu hanya akan membuang waktu saja. Lebih parah lagi, kemalasan akan hadir dan meracuni pikiranku. Jika aku terbawa pada bujuk rayu kemalasan, mungkin tulisan ini tidak akan dapat dinikmati. Mengapa bisa? Ya, karena aku pasti merasa ketagihan dalam bermalas-malasan dan dapat lupa untuk kembali menulis. Terlalu nyaman dalam suatu keadaan, bukanlah hal yang baik, 'kan?

Melalui tulisan ini, aku akan memberitahu kabar bahagia kepada kalian. Akhirnya setelah sekian lama aku beradu dalam pemikiranku, aku berhasil mendapatkan sebuah tema untuk tulisanku. Temanya sangat sederhana, bahkan tidak ada kekhususan sama sekali. Tema ini memerlukan metode analisis yang lumayan, tetapi untunglah dapat dilakukan oleh semua orang. Dan temanya adalah … apa yang ada di pikiran. Ya, benar. Apa yang ada di pikiranku dan pikiranmu setelah membaca tulisan ini, itulah yang akan menjadi temanya.
 
Sampai jumpa.

Fela Khoirul
Seorang gadis penuh teka-teki yang sedang berusaha menjadi lebih baik, melalui tulisannya. Memiliki ketertarikan pada skincare, mental health, dan relationship.

Related Posts

7 komentar

  1. Yang penting nulis yakan kak.. Keren2, mendisiplinkan diri utk menulis :)

    BalasHapus
  2. Pikiran itu memang sumber tulisan ya kak. Hehee

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. tulisan tentang tidak punya ide untuk menulis adalah tulisan. ide tentang tidak punya ide adalah ide. sesederhana itu. semangat terus, ayo kita sentuh garis finish rame-rame.

    BalasHapus
  5. Wkwkwk... Saya senyum2 sendiri baca tulisan ini... Sering ngalamin soalnya...Wkwkwkw

    BalasHapus
  6. Auto senyum bacanya...kamu tim-mu kakak hehe

    BalasHapus

Posting Komentar