Diriku, Tolong Maafkan Aku

Posting Komentar

 


Ada satu hal yang langsung terpikir olehku, ketika melihat tema 'hal apa yang ingin kamu maafkan dari dirimu'. Namun, dibanding aku yang ingin memaafkan diriku, aku lebih ingin meminta maaf kepada diriku. Tolong maafkanlah aku karena terlalu banyak menyimpan luka dan membuatmu merasakan sakit yang luar biasa, wahai diriku. Maafkan aku pula yang sering menyiksamu dengan memikirkan persoalan, yang bahkan sudah tidak pantas untuk dipikirkan.

Kamu tahu 'kan, aku telah berusaha kuat untuk menyelamatkan jiwa ini dari hal yang lebih buruk di masa depan. Akan tetapi, semua memang tak mudah. Masih saja aku memasuki tempat yang membuatku terpaksa melukaimu, lagi dan lagi. 

Wahai diriku, perjuanganmu selama satu tahun ini sangat kuapresiasi. 

Aku menyesal karena terlalu mudah terbawa perasaan, percaya pada seseorang yang kupikir si penepat janji, dan membiarkannya mendudukkan tempat penting di hidupku. Lalu bodohnya, aku membiarkan orang itu mengubah diriku menjadi lemah. 

Ketika dia hampir mengunci sebagian ruang kosong di hatiku, dia merusak gemboknya, dan membuatku terperangkap. Aku terpenjara pada perasaan sedih dan bersalah, sedangkan seharusnya aku layak memperjuangkan kebahagiaanku. 

Maaf karena memikirkannya telah menuntunmu pada kekacauan hidup. Tidak hanya tawa yang sempat absen dari dunia kita, orang-orang berharga itu juga berangsur pergi meninggalkan kita. Dunia kita  seakan kacau dan seperti tak memiliki harapan untuk diperbaiki. Beruntungnya, dunia terus berputar dan kepahitan yang hadir pun memaksa menjadi lebih baik. Sampai tibalah kita pada situasi ini, yakni saling berdamai dengan kenyataan.

Maka izinkanlah aku memaafkan diriku yang dengan bodohnya terperangkap pada sebuah tempat, hingga berani melepaskan hidup yang lebih bermakna. Andai waktu itu aku tidak pernah terjebak olehnya, mungkin keadaan tidak akan serunyam ini. Dan kini aku harus berlatih menghilangkan kata 'andai', demi dapat sepenuhnya memanfaatkan diriku. Karena jika aku selalu berandai-andai, artinya aku belum dapat menerima yang telah terjadi, Sedangkan aku sedang belajar memaafkan kebodohanku di masa lalu.

#30daysjournalingchallenge

#day13

#classicalclover

Fela Khoirul
Seorang gadis penuh teka-teki yang sedang berusaha menjadi lebih baik, melalui tulisannya. Memiliki ketertarikan pada skincare, mental health, dan relationship.

Related Posts

Posting Komentar