Bait Merindumu

5 komentar
Di setiap detik yang mengalun manja
Aku berpangku menanti senja
Sudah enam bulan aku terjaga
Dengan tanah yang tak lagi berbahagia

Gersang bertahan hingga datang gulita
Aku merindu aroma tanah yang bersetubuh ria
Dengan ribuan air yang jatuh bahagia

Di setiap sepertiga malam aku berdoa
Berharap segera datang awan gulana
Menjejaki tanah yang tak lagi berupa
Menghidupi akar yang hampir tiada

Kini, hampir delapan bulan hujan tak ada
Ribang sekali, hatiku berduka
Air tak ada
Kering hatiku tak lagi terjaga

Hingga kalanya tiba
Aku bersorak sorai gembira
Harum aromanya membuncah bahagia
Kala hujan bercumbu ria dengan pohon, tanah, dan aku yang merindunya
Fela Khoirul
Seorang gadis penuh teka-teki yang sedang berusaha menjadi lebih baik, melalui tulisannya. Memiliki ketertarikan pada skincare, mental health, dan relationship.

Related Posts

5 komentar

  1. Alhamdulillah..yay akhirnya dia turun jugaa ;)

    BalasHapus
  2. Di ciamis belom ada ujan haduh:(

    BalasHapus
  3. tanah bersetubuh dengan hujan? uh wow hati-hati nanti kena sensor kpi ehe. canda.

    BalasHapus
  4. Aku suka aroma tanah yg tersiram hujan­čść

    BalasHapus

Posting Komentar