Surat Untukmu, Masa Lalu

2 komentar

Dear diriku di masa lalu,


Jangan bosan-bosan, ya. Karena ini adalah surat kesekian yang aku kirimkan untukmu. 


Kamu tahu? Aku sangat merindukanmu. Entah bagaimana semua bermula, tetapi aku merasa dirimu hilang dari diriku. Aku rindu dirimu yang selalu berkata lembut, santun, penurut, manis, dan senantiasa menghargai orang lain. Sedangkan sekarang aku telah menjadi sosok yang cukup arogan, ambisius, dan kerap menyepelekan sesuatu. Kadang pula aku terlalu percaya diri pada mimpiku, sampai kerap terpuruk ketika tidak dapat mencapainya.


Mungkin kamu lelah menjadi bagian dariku. Di masa itu, aku sudah menyiksamu dengan hinaan dan pandangan sepele dari orang-orang sekitar. Aku membuatmu terus menangis, berharap dunia akan membaik, dan lekas dapat dipandang sama dengan yang lainnya. Lalu Tuhan mengabulkan semua itu. Kamu diubah menjadi seorang aku yang memiliki nasib lebih baik. Sayangnya, kesedihan itu tidak juga hilang.


Kamu memang tidak lagi sedih karena pandangan buruk dari orang-orang, tetapi aku telah membuatmu terpuruk dengan membiarkan seseorang menyakitimu. Maaf karena telah membiarkannya masuk dan merusak hidup kita. Aku bodoh karena sempat mengaguminya, mengikatnya, lantas menjadikannya milikku. Hingga dia tahu banyak tentang kita dan tega mematahkan kepercayaan kita. 


Terima kasih karena telah berusaha sembuh dari luka itu. Meski aku tahu tidak mudah karena berkali-kali kilat kenangan tentangnya menghancurkanmu. Semoga kamu dapat kembali bahagia dengan keputusan pergi yang telah kamu putuskan. Karena kita juga berhak bahagia.


Kumohon, bimbinglah aku untuk menjadi sosok yang mudah memaafkan dan tidak suka menyimpan dendam. Karena kutahu, masa lalu adalah bagian dari diriku. Maka sesakit apa pun, harus selalu kuingat dan kenang. Apalagi diriku sekarang ada karena perjuanganmu di masa lalu.


Salam Elitz 💓

Fela Khoirul
Seorang gadis penuh teka-teki yang sedang berusaha menjadi lebih baik, melalui tulisannya. Memiliki ketertarikan pada skincare, mental health, dan relationship.

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar